Kementerian ESDM Targetkan 13 Juta Motor Listrik Mengaspal Pada 2030

Kementerian ESDM Targetkan 13 Juta Motor Listrik Mengaspal Pada 2030

Menteri ESDM Arifin Tasrif memimpin konvoi motor listrik di Bandung, Jawa Barat, Minggu (4/12/2022)-Kementerian ESDM-

JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada Minggu (4/12/2022), memimpin konvoi 200 motor listrik dalam acara Electric Vehicle (EV) Funday di Kota Bandung, Jawa Barat.

Para peserta menempuh rute sejauh 9,1 km, dimulai dari Museum Geologi dan berakhir di Parkir Barat Gedung Sate.

Konvoi motor listrik ini merupakan bagian dari sosialisasi penggunaan motor listrik kepada masyarakat, dimana Kementerian ESDM menargetkan 13 juta motor listrik mengaspal pada 2030 mendatang.

Selain bagian dari sosialisasi, kegiatan EV Funday ini juga merupakan dukungan dan sosialisasi Kementerian ESDM terhadap Kementerian Perhubungan dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor Bakar Menjadi Sepeda motor listrik Berbasis Baterai.

BACA JUGA:Lambretta G350, Calon Penggerus Vespa GTS 300 Resmi Meluncur

Arifin Tasrif dalam keterangan resminya menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait mengenai program kendaraan listrik ini.

Selain itu, Kementerian ESDM juga akan bekerja sama dengan para pelaku manufacturing pembuat komponen serta bersama Pak Teten (Menkop & UKM) membuat road map program kerja sama melibatkan usaha-usaha kecil untuk bisa aktif.

Lebih lanjut, Arifin mengatakan pihaknya juga akan fokus melakukan pembenahan dari sisi hulu industri. Arifin menyebutkan, industri-industri besar manufakturnya sedang berupaya untuk bisa membuat komponen-komponennya.

Ditambahkan Arifin, secara bersamaan pihaknya juga menyiapkan infrastruktur-infrastruktur pendukung, sehingga program ini bisa berjalan dengan baik dan sempurna.

BACA JUGA:Tabrak Mobil PLN Saat Kendarai Kawasaki Ninja, Mantan Pembalap Drag Race Meninggal Dunia

Sebelumnya, pada 17 Agustus 2021 lalu Kementerian ESDM telah meluncurkan pilot project program konversi 100 unit dengan 10 tipe motor.

Proses konversi motor listrik itu mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

Motor listrik tersebut telah lolos uji endurance 10.000 KM selama 48 hari dengan menempuh jalan menanjak, turunan hingga macet, baik kondisi hujan maupun panas.

Pada tahun 2022, Kementerian ESDM melanjutkan konversi tersebut menjadi 1.000 motor listrik dan 13 juta motor listrik pada tahun 2030.

BACA JUGA:Driver Ojol di Bondowoso Tewas Dibunuh Selingkuhan Istri

Hal ini merupakan salah satu strategi Pemerintah untuk mengakselerasi menuju Net Zero Emission pada tahun 2060.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan, program konversi motor listrik ini merupakan kesempatan besar untuk para pelaku UMKM, khususnya pembuat komponen termasuk para pemilik bengkel.

Teten menyebutkan, pihaknya di SMESCO sejak tahun 2020 bekerja sama dengan bengkel sudah menkonversi Vespa-vespa tua dan bersama dengan Kementerian BUMN juga sudah kemitraan dalam konsep rantai pasok dimana UMKM menjadi rantai pasok kebutuhan industri di BUMN.

Ditambahkan Teten, pemerintah akan menyiapkan UMKM itu bagian dari industri sehingga UMKM dapat memproduksi komponen-komponen bagian dari kendaraan listrik.

BACA JUGA:Melalui AHYPP, Astra Honda Perkuat Program Bangun Kewirausahaan Bengkel Bagi Anak Muda

Senada dengan Kementerian ESDM, Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury akan mengakselarasi program kendaraan listrik.

Ia menjelaskan, pada bulan Oktober Menteri Negara BUMN Erick Tohir telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bahwa mulai dari sekarang Kementerian BUMN hanya menggunakan kendaraan listrik.

Ditambahkan Pahala, pihaknya juga akan membesarkan GESIT yang merupakan produksi dari anak usaha PT WIKA," tambahnya.

BACA JUGA:Tanggapi Wacana Subsidi Motor Listrik, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani...

Selain itu, Pahala juga mengimbau agar bank-bank yang tergabung dalam Himbara dan yang lainnya untuk lebih banyak memberikan pembiayaannya ke motor dan mobil listrik.

Sumber: