Wow, Jika Masih di MotoGP, Quartararo Bakal Pindah ke Suzuki

Wow, Jika Masih di MotoGP, Quartararo Bakal Pindah ke Suzuki

Fabio Quartararo-motogp-

JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM- Fabio Quartararo mengungkapkan furstrasi dengan daya saing Yamaha saat ini dan mengaku akan pindah ke Suzuki jika pabrikan asal Jepang tersebut tetap bertahan di MotoGP.

Menurut Livio Suppo selaku tim Manager Suzuki Ecstar yang baru saja pamit dari MotoGP mengatakan bahwa dia bisa melobi Quartararo untuk bergabung ke Suzuki jika ingin merebut gelar juara dunia.

BACA JUGA:Perawatan Starter Motor, Jangan Disepelekan Bisa Bahaya Untuk Motor Tanpa Engkol

BACA JUGA:Tangkap Dua Maling Motor di Pancoran, Polisi Amankan 2 Unit Honda BeAT

“Menurut saya (Quartararo dan Marc Marquez) cukup muak dengan situasi mereka, sampai-sampai Quartararo akan datang kepada kami dengan sukarela.Dan akan menyenangkan mereka di Suzuki,” ujar Suppo.

Suzuki sendiri meninggalkan MotoGP dengan nada tinggi, yaitu Alex Rins memenangi dua dari tiga balapan terakhir, termasuk putaran terakhir di Valencia.

Sekarang Rins dan juara dunia 2020 Joan Mir telah menemukan rumah baru di Honda untuk musim 2023, pabrikan yang kesulitan sepanjang tahun 2022.

Suppo juga mewaspadai pabrikan Jepang, Yamaha dan Honda, akan memasuki 2023 dengan ketertinggalan yang cukup besar dari Ducati.

BACA JUGA:Motor yang Dikendarai Suami Gagal Menyalip Truk, Ibu Tiga Anak Tewas Terlindas

BACA JUGA:Bobol Kos-kosan, Tiga Remaja di Sumut Bawa Kabur 6 Motor

“Quartararo dan Marc Marquez adalah dua pebalap terkuat, tapi di atas kertas mereka harus bertarung dengan motor mereka dan ini sedikit disayangkan untuk kejuaraan dunia,” lanjutnya.

“Untuk Fabio, saya tidak ingin dia sampai pada titik berhenti percaya. Dia telah memasang [plester] di atasnya [YZR-M1] selama bertahun-tahun, jika motor terus kesulitan besar dalam kecepatan tinggi, rantainya akan mengendur.,” terangnya.

“Sebaliknya saya pikir Marc telah kehilangan sedikit kepercayaan pada Honda, setidaknya dari pernyataan yang dia buat dan fakta bahwa dia berhenti melakukan tes sangat awal di Valencia.”

“Sepertinya mereka tidak terlalu percaya lagi, jadi sangat sulit untuk memahami siapa yang akan lebih kompetitif satu sama lain. Ini akan sangat tergantung pada seberapa banyak departemen balap masing-masing dapat meningkatkan motornya.

Sumber: