Terungkap Penyebab Franco Morbidelli Tidak Sekompetitif Quartararo

Terungkap Penyebab Franco Morbidelli Tidak Sekompetitif Quartararo

Franco Morbidelli, pembalap pabrikan Yamaha ini sudah dua musim seperti kehilangan tajinya. Selain cedera, ia juga kesulitan dengan motornya-MotoGP-


Franco Morbidelli, pembalap pabrikan Yamaha ini sudah dua musim seperti kehilangan tajinya. Selain cedera, ia juga kesulitan dengan motornya|MotoGP|

JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM - Perjalanan Franco Morbidelli pada MotoGP musim 2022 bisa dibilang tidak terlalu  mulus dengan rekan satu timnya yakni, Fabio Quartararo, bradsis.

Hingga saat ini Morbidelli baru menciptakan 26 poin sepanjang musim ini. Hal itu membuat dirinya harus puas berada di posisi 19 klasemen sementara.

BACA JUGA:Asik, Menaker Dorong Penyaluran Bantuan Subsidi Upah Kenaikan BBM

BACA JUGA:Ternyata Ini Alasan MGPA Gratiskan Tiket WSBK 2022 di Sirkuit Mandalika

Tentu pencapaian tersebut berbanding terbalik dengan Quartararo yang menjadi pimpinan klasemen. Hasil tersebut ia dapatkan dengan tiga kemenangan musim ini dan 200 angka yang dia miliki.

Melihat hal itu, Wilco Zeelenberg manajer WithU RNF Yamaha mengatakan cedera lutut Morbidelli terdahulu bisa menjadi penyebab buruknya penampilan sang pebalap.

BACA JUGA:Ini 14 Lokasi Samsat Keliling di Jadetabek 1 September 2022

BACA JUGA:Wow, Pertalite Belum Naik, Harga Pertamax Turbo Turun

"Semuanya berjalan sangat baik. Kemudian lututnya cedera. Sejak itu dia tidak pernah naik di levelnya. Dia saat ini fit, tetapi dia masih memiliki masalah, itu misteri bagi saya."

"Saya tidak berpikir gaya berkendaranya cocok dengan motornya," ungkap Zelenberg seperti dikutip dari Speedweek.


Franco Morbidelli, pembalap pabrikan Yamaha ini sudah dua musim seperti kehilangan tajinya. Selain cedera, ia juga kesulitan dengan motornya|MotoGP|

Sementara itu, Zelenberg mengungkapkan bahwa Quartararo memiliki kemampuan di atas rata-rata para pebalap. Hal tersebut membantunya saat memacu kuda besinya di dalam trek.

"Fabio menghasilkan lebih banyak kecepatan menikung, tetapi tidak membuat bannya terlalu panas. Dia mengemudi dengan sedikit kemiringan. Dia menghindari masalah yang dimiliki pembalap lain."

Sumber: speedweek