Viral, Efek Pertalite akan naik, Aplikasi MyPertamina Tembus 1 Juta Pendaftar

Viral, Efek Pertalite akan naik, Aplikasi MyPertamina Tembus 1 Juta Pendaftar

Pendaftarannya MYPertamina-pertamina-


Pendaftarannya MYPertamina|pertamina|

JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM - Isu kenaikan harga BBM bersubdisi seperti Pertalite akhir-akhir ini berhembus sangat kencang, hal tersebut membawa berbagai efek. Salah satunya dengan terbukti pendaft di aplikasi MyPertamina.

Pertamina mencatatkan 1 juta pendaftar pada aplikasi milik mereka. Di mana aplikasi itu bertujuan untuk mendata kendaraan yang menggunakan Pertalite dan Solar. 

BACA JUGA:Marquez Sudah Jalani Latihan, Siap Tampil di GP San Marino ?

BACA JUGA:Terungkap Penyebab Franco Morbidelli Tidak Sekompetitif Quartararo

Hal tersebut disamaikan oleh Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting. Dia menjelaskan dari seluruh kendaraan tersebut sedikit ada pergeseran, di mana persentase jenis kendaraan Pertalite hampir 70%, dan kendaraan pengguna Solar subsidi yang didaftarkan meningkat menjadi lebih dari 30%.

"Dari data tersebut, untuk pengguna Pertalite yang mendaftar masih didominasi oleh pengguna pribadi. Sedangkan untuk Solar komposisinya cukup seimbang antara pengguna pribadi maupun kendaraan umum,” ujar Irto.

BACA JUGA:Asik, Menaker Dorong Penyaluran Bantuan Subsidi Upah Kenaikan BBM

BACA JUGA:Ternyata Ini Alasan MGPA Gratiskan Tiket WSBK 2022 di Sirkuit Mandalika

Dalam meningkatkan jumlah pendaftar, Irto mengatakan untuk mempermudah masyarakat, Pertamina Patra Niaga juga terus menambah titik booth pendaftaran langsung. 

Bagi masyarakat yang memiliki akses internet dan handphone, pendaftaran online juga terus dipastikan tidak ada kendala melalui website subsiditepat.mypertamina.id dan menu Subsidi Tepat di aplikasi MyPertamina.

+++++


Pendaftarannya MYPertamina|pertamina|

“Ada lebih dari 1.300 titik booth pendaftaran offline yang tersebar di seluruh Indonesia, lokasinya bisa dicek langsung melalui https://mypertamina.id/lokasi-pendaftaran-offline-bbm-subsidi-tepat."

Sumber: pt pertamina