Waduh, Bos Tim SAG Mengaku Uang Sponsor Musim 2022 dari Mandalika Racing Team Indonesia Telat Dibayarkan

Waduh, Bos Tim SAG Mengaku Uang Sponsor Musim 2022 dari Mandalika Racing Team Indonesia Telat Dibayarkan

Kemalsyah Nasution, Direktur Mandalika Racing Team Indonesia bergaya di atas motor milik tim SAG-dok. SAG-


Kemalsyah Nasution, Direktur Mandalika Racing Team Indonesia bergaya di atas motor milik tim SAG|dok. SAG|

JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM- Ternyata bukan hanya tim Stylobike saja yang memiliki masalah keterlambatan pembayaran sponsorship dari Mandalika Racing Team Indonesia (MRTI), tapi tim Stop-and-Go (SAG) yang turun di Moto2 Grand Prix juga mengalami hal yang sama.

Hal ini juga diungkapkan oleh owner tim SAG, yaitu Edu Perales yang dilansir tim ME dari laman Speedweek, Jumat 6 Mei 2022 lalu. 

BACA JUGA:Ducati Pilih Argentina Untuk Bangun Pabrik Ketiga di Luar Eropa

BACA JUGA:Lin Jarvis Masih Belum Puas dengan Dovizioso dan Morbidelli Musim Ini

Edu Perales harus mengakui bahwa pembayaran sponsor Pertamina dari Indonesia, Sejauh ini, hanya sebagian kecil dari jumlah yang disepakati telah dibayarkan.

Meskipun terlihat saat ini Perales tidak ingin mengomentari prosedur yang tertunda tersebut agar tidak menyinggung sponsor utama, dalam hal ini tentunya adalah Pertamina.

Sama seperti musim lalu, tim Pertamina Mandalika SAG Racing Team secara eksklusif mengandalkan Indonesia untuk anggaran musim balap 2022.

BACA JUGA:Pestanya Pecinta Aprilia Dihadiri 10 Ribu Penonton, Aprilia All Starts 2022 Riding Bareng Keliling Sirkuit Misano

BACA JUGA:Tampil Impresif, Decksa Almer Sukses Raih Podium Juara di Race 2, TTC 2022, Thailand

Sponsor mereka di antaranya adalah Pertamina, sirkuit MotoGP Mandalika, BNI (Bank Negara Indonesia), untuk otoritas pariwisata lokal (Wonderful Indonesia) dan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

+++++


Kemalsyah Nasution, Direktur Mandalika Racing Team Indonesia bergaya di atas motor milik tim SAG|dok. SAG|

Seperti diketahui, untuk menjalankan tim Moto2 dengan 2 pembalap membutuhkan setidaknya 2 hingga 2,5 juta euro per musim, atau sekitar Rp38,4 miliar.

Sumber: